Tampilkan postingan dengan label darmawan trihatmojo 153070147. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label darmawan trihatmojo 153070147. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2009

Nostalgia Bersama Zamzani


Terdengar lirih suara lagu era 80’an di pertigaan jalan antara Pasar Bringharjo dengan Jalan Malioboro. Suara lagu itu selalu berganti setiap saat dan orang orang silih berganti menghampiri asal suara lagu tersebut.



Seorang bapak tua duduk diantara tumpukan kaset-kaset bekas itu dan dilangkapi dengan seperangkat speker yang seadanya. Senyum kecilnya kadang tercipta jika ada pembeli ada yang menawar harga dagangannya dengan sesuka hati. Dia adalah Bapak Zamzani, pria asal Padang ini sudah 24tahun berjualan kaset bekas di kawasan Bringharjo. Ia harus melakoni pekerjaan itu atas inisiatifnya untuk mencari penghasilan di kota perantaunnya ini, Jogjakarta. Dengan penghasilan rata-rata 20 ribu rupiah perhari dia harus menghidupi satu orang istri dan tiga orang anak. Dengan usianya yang sudah melebihi setangah abad dia masih gigih untuk bekerja, setiap paginya dia berangkat dari rumahnya di kawasan Notoprajan. Dalam satu hari Bapak Zanzani dapat menjual rata-rata 10 kaset dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Kaset yang di jualnya adalah kaset lama atau bekas, ia menjual rata-rata Rp 8000 untuk lokal dan Rp 12.000 untuk barat. “Makin tua makin mahal,” kata Bapak Zanzani. Ia mengaku pernah menjual kaset Koes Plus rekaman pertama seharga 25 ribu. “Sebagai penjual kita harus mengerti barang mana yang memliki harga tinggi dan mana yang tidak,” tambahnya. Asam manis berjualan kaki lima pernah dialaminya, mulai dari pemalakan dan juga kaset kaset yang sering hilang. Namun saat ini sudah tidak pernah setelah Pasar Bringharjo mengalami renovasi. Dan sebuah kebanggan saat orang yang mendapatkan kaset tua yang dicarinya pada lapak dagangannya.

Rabu, 25 Maret 2009

Pemilu makin menarik banyak perhatian para mahasiswa FISIP UPN Yogyakarta

Pemilu yang tinggal menghitung hari ini ternyata makin banyak menarik perhatian mahasiswa tidak terkecuali para mahasiswa FISIP UPN Yogjakarta. Ini berpengaruh besar bagi banyak mahasiswa, walaupun notabenya mahasiswa FISIP namun sebenarnya banyak mahasiswa yang tidak menyukai Politik. Ini dijimpai di sebagian mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pengantar Ilmu Politik. Mereka sebenarnya tidak begitu menyukai politik,” kalo bukan mata kuliah wajib mending aku nggak ngambil,” begitu menurut salah satu penuturan mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut.
Namun dalam mendekati pemuli ini banyak yang mengalami perubahan, mahasiswa yang semulanya tidak acuh terhadap politik sekarang mulai membicarakan pemilu dan parpol-parpolnya walaupun pengetahuannya tidak banyak tentang itu. Banyak pembicaraan yang terjadi di kantin FISIP mengenai pemilu, mulai dari cara memilih, parpolnya, hingga para caleg yang terkadanga malah dijadikan bahan ejekan bagi mereka. Walaupun ada beberapa mehaiswa yang sudah memutuskan dirinya untuk menjadi golput untuk pemilu 2009 ini.